Jember 29 September 2025– Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang profesional dan adaptif melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Penrsekolahan (PLP) tahun 2025. Tahun ini, kegiatan PLP dilaksanakan secara masif di 166 lembaga, mencakup instansi dan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas, yang tersebar di lima kabupaten: Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.
PLP merupakan mata kuliah praktik yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam pengelolaan pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempraktikkan teori manajemen pendidikan yang telah dipelajari di bangku kuliah, sekaligus mengenal dinamika administrasi, tata kelola, serta budaya kerja di lembaga pendidikan maupun instansi terkait.
Koordinator Prodi MPI, Dr. Ahmad Royani, M.Pd.I, menegaskan bahwa PLP menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. “Melalui PLP, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih mengelola lembaga pendidikan secara nyata. Dengan ditempatkan di 166 lembaga di lima kabupaten, mereka dapat merasakan langsung tantangan dan karakteristik manajemen pendidikan di berbagai daerah,” ungkapnya.
Lembaga mitra PLP meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta sejumlah instansi pendidikan dan keagamaan. Penempatan mahasiswa dilakukan berdasarkan minat dan kompetensi, sehingga setiap peserta dapat mengembangkan keterampilan manajerial, administrasi, hingga perencanaan program sekolah secara optimal.
Dengan pelaksanaan PLP di Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, Prodi MPI tidak hanya memperluas jejaring kemitraan, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata UIN KHAS Jember dalam pengembangan mutu pendidikan di wilayah Tapal Kuda.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis, membangun kepekaan sosial, dan memperkaya pengalaman mahasiswa dalam manajemen pendidikan, sehingga mereka siap menjadi calon pemimpin pendidikan yang berdaya saing di era modern.

Bagikan: