MPI UIN KHAS Jember Perkuat Peran Pendidikan Tinggi dalam Pengembangan Talenta dan Ekosistem Ekonomi Halal
Jember — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan talenta profesional dan memperkuat ekosistem ekonomi halal melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Potensi ekonomi halal yang besar perlu didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, tata kelola yang efektif, serta kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Gagasan tersebut disampaikan oleh Wardi Taufik, S.Ag., M.Si., C.A.H., Direktur LSP Pariwisata Syariah Indonesia, dalam kegiatan di Hotel Rich Palace Surabaya, Kamis (15/10/2026). Dalam paparannya yang bertajuk “Peta Jalan Ekonomi Islam: Integrasi Regulasi Syariah, Sektor Riil Halal, dan Ekosistem Kompetensi”, ia menekankan pentingnya transformasi perguruan tinggi menjadi pusat pengembangan kompetensi dan penguatan ekosistem ekonomi halal.
Menurut Wardi, pengembangan ekonomi halal tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan sertifikasi. Diperlukan pula rantai pasok yang kuat, penguasaan teknologi, kemampuan manajerial, serta tenaga profesional yang mampu menerapkan standar industri secara nyata. <Cite refs={["turn747960search0"]}/>
Bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, gagasan tersebut relevan dengan upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, mengembangkan kompetensi lulusan, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai sektor profesional.
Kompetensi Profesional sebagai Kebutuhan Lulusan
Perubahan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kombinasi pengetahuan akademik, keterampilan praktis, dan karakter profesional. Ijazah merupakan bukti pencapaian pendidikan, sedangkan kompetensi yang teruji menunjukkan kesiapan seseorang untuk menjalankan tanggung jawab profesional.
Dalam konteks MPI, penguatan kompetensi mahasiswa dapat diarahkan pada kemampuan perencanaan pendidikan, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, administrasi kelembagaan, analisis data, serta pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen pendidikan.
Selain itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman tentang etika profesi, tata kelola organisasi, manajemen risiko, dan prinsip integritas dalam pengambilan keputusan. Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk berkarier di lembaga pendidikan, organisasi sosial, lembaga pelatihan, maupun berbagai institusi yang membutuhkan tenaga profesional di bidang pengelolaan.
Perspektif ekonomi halal juga membuka ruang pengembangan kajian manajemen pendidikan yang berkaitan dengan tata kelola lembaga pendidikan Islam, pengembangan kewirausahaan berbasis nilai Islam, dan pengelolaan program pendidikan yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menghubungkan Kurikulum dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Salah satu pesan penting dari paparan Wardi Taufik adalah perlunya memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan nyata dunia industri. Kurikulum tidak cukup hanya memberikan penguasaan konsep, tetapi juga perlu memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi profesional.
Bagi Program Studi MPI, upaya tersebut dapat diwujudkan melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, praktik lapangan, penelitian kolaboratif, dan pengembangan program bersama mitra. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam penyelesaian persoalan nyata terkait perencanaan, pengorganisasian, evaluasi, dan pengembangan mutu lembaga pendidikan.
Penguatan kompetensi digital juga menjadi kebutuhan penting. Kemampuan menggunakan teknologi informasi, menganalisis data, mengelola sistem administrasi digital, dan memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja.
Dengan demikian, pembelajaran di MPI diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori manajemen pendidikan, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif, etis, dan inovatif.
Kemitraan Harus Menghasilkan Dampak Nyata
Wardi Taufik mengingatkan bahwa kemitraan perguruan tinggi dengan dunia industri tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan bersama yang memiliki tujuan, target keluaran, dan manfaat yang terukur.
Prinsip ini relevan bagi pengembangan kerja sama Program Studi MPI dengan madrasah, sekolah, pesantren, lembaga pelatihan, organisasi profesi, dan berbagai mitra lainnya. Kemitraan dapat diarahkan pada pengembangan kurikulum, program magang, pelatihan kompetensi, penelitian terapan, serta pendampingan tata kelola lembaga pendidikan.
Evaluasi terhadap kerja sama juga perlu dilakukan untuk mengetahui kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa dan kualitas lulusan. Dengan pendekatan tersebut, kolaborasi tidak hanya menjadi aktivitas administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu program studi.
Sinergi Pendidikan, Kompetensi, dan Ekosistem Ekonomi Halal
Dalam paparannya, Wardi menyoroti tiga pilar pengembangan ekosistem ekonomi halal, yaitu regulasi untuk membangun kepastian, rantai pasok untuk memperkuat daya saing, dan kompetensi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Ketiga pilar tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi halal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Pendidikan tinggi dapat berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan, penelitian, pelatihan, dan penyediaan sumber daya manusia yang memahami prinsip syariah sekaligus memiliki keterampilan profesional.
Bagi MPI, kontribusi tersebut dapat dikembangkan melalui kajian manajemen kelembagaan pendidikan Islam, kepemimpinan berbasis nilai, tata kelola organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Ruang kolaborasi juga dapat diperluas melalui penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang mendukung penguatan kapasitas lembaga pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, ilmu Manajemen Pendidikan Islam memiliki peluang untuk berkontribusi dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
MoU UIN KHAS Jember dan LSP Pariwisata Syariah Indonesia
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, UIN KHAS Jember dan LSP Pariwisata Syariah Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam pengembangan kompetensi di bidang pariwisata syariah. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pengembangan pembelajaran, sertifikasi, dan kolaborasi yang lebih dekat dengan kebutuhan profesional. <Cite refs={["turn747960search0"]}/>
Bagi pengembangan akademik MPI, kerja sama tersebut dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat pendekatan pendidikan yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan pengguna lulusan. Namun, penerapan program atau skema sertifikasi khusus bagi mahasiswa MPI tetap perlu disesuaikan dengan ruang lingkup kerja sama dan kompetensi yang relevan.
Ke depan, sinergi antara program studi, universitas, lembaga profesi, dan dunia kerja diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif serta membuka peluang profesional yang lebih luas bagi mahasiswa.
Mendorong Lulusan MPI yang Kompeten dan Berdaya Saing
Pengembangan talenta dan ekosistem ekonomi halal memberikan perspektif baru bagi perguruan tinggi untuk memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Keunggulan akademik perlu diiringi dengan keterampilan profesional, integritas, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman menerapkan ilmu dalam praktik.
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FTIK UIN KHAS Jember dapat mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian, dan perluasan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Melalui sinergi antara pendidikan, kompetensi, dan kebutuhan dunia kerja, lulusan MPI diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu manajemen pendidikan Islam, tetapi juga siap berkontribusi dalam pengembangan lembaga pendidikan dan berbagai organisasi secara berkelanjutan.
Redaksi Website Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), FTIK UIN KHAS Jember.
Sumber berita: Wardi Taufik: UIN Perlu Menjadi Pusat Talenta dan Ekosistem Ekonomi Halal — Website Resmi UIN KHAS Jember